Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar

Kamis, 09 Mei 2013
Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar. Skema rangkaian berikut ini menggunakan lampu pijar untuk mendeteksi adanya aliran udara (Angin). Prinsip dasarnya adalah dengan memanfaatkan perubahan resistansi pada filamen lampu saat terkena terkena aliran udara.
Sumber arus kecil dan konstan digunakan untuk memanaskan filamen. Saat filamen terkena aliran udara suhunya akan menurun sehingga resistensipun akan menurun dan sebaliknya saat aliran udara kecil (tidak ada) filamen lampu akan lebih panas dan resistansinyapun juga akan meningkat.
Sebuah komparator digunakan untuk mendeteksi perbedaan ini dan cahaya LED. Dengan beberapa perubahan, rangkaian berikut ini juga dapat dihubungkan ke Vu meter atau ADC untuk memberikan estimasi ukur aliran udara yang lebih detail.
Rangkaian Sensor Aliran Udara (Angin) 
LM339 Op-Amp pinout

Daftar Komponent:
R1   : 100 Ohm 1/4W Resistor 
R2   : 470 Ohm 1/4W Resistor 
R3   : 10k 1/4W Resistor 
R4   : 100K 1/4W Resistor 
R5   : 1K 1/4W Resistor 
C1   : 47uF Electrolytic Capacitor 
U1   : 78L05 Voltage Regulator 
U2   : LM339 Op Amp 
L1   : Incandescent lamp with glass removed  
D1   : LED 

Perhatikan: Kaca lampu L1 harus di hilangkan (di pecahkan) agar aliran udara dapat mengenai filamen lampu.

Demikian skema rangkaian Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar. Semoga bermanfaat.

Rangkaian Kompas Digital

Sabtu, 30 Maret 2013

Rangkaian Kompas Digital adalah salah satu rangkaian yang di gunakan untuk mengetahui arah mata angin.Rangkaian kompas digital biasanya berfungsi untuk penunjuk arah, dan karena memiliki sifat magnet, maka jarum pada kompas digital akan selalu menunjuk arah utara-selatan. Jarum yang terdapat pada kompas akan selalu menunjukan arah dengan akurat, karena berhubungan langsung dengan medan magnet bumi.
Kompas biasanya memberikan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang di tunjukan adalah utara, selatan, timur dan barat. Bila kita bandingkan dengan jam dan sekstan, kompas lebih efektif dan akurat dalam menunjukan arah. Alat ini akan memudahkan pada saat kita sedang dalam perjalanan jauh, karena akan dengan mudah menunjukan tempat yang sedang kita tuju.
Rangkaian kompas di bedakan menjadi dua, yaitu kompas digital dan kompas analog. Kompas analog adalah kompas yang paling sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah kompas yang di pakai pada saat pramuka. Sedangkan kompas digital adalah kompas yang menggunakan proses digitalisasi. Cara kerja kompas digital menggunakan komputerisasi.
Tujuan penggunaan kompas digital adalah untuk melengkapi kebutuhan robot yang semakin canggih. Robot yang baik membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien. Sementara alat navigasi yang di jual dipasaran harganya mahal. Itu lah sebabnya di sediakan kompas digital karena alat sistem navigasi yang di miliki lebih efektif dengan harga lebih murah.
Berikut ini gambar skema rangkaian kompas digital yang sangat sederhana dengan menggunakan kompas digital 1490 dari Dinsmore. Kompas digital 1490 adalah perangkat yang di gunakan untuk mendeteksi medan megnet bumi. Sensor akan secara internal teredam untuk mensimulasikan kinerja sebuah kompas biasa.
Di bagian bawah terdapat 12 pin sensor. Semua pin yang ditandai 2 terikat bersama-sama dan terhubung ke tanah. Pin yang ditandai 3 adalah pin output. Sebuah LED dihubungkan diantara kutub positif (+5 V) dan masing-masing pin output. Resistor 1K akan membatasi arus LED untuk 5mA. Arah dapat diidentifikasi dengan menginterpretasikan kombinasi LED bersinar. Sebuah regulator 5V khas menggunakan IC 7805 digunakan untuk menghasilkan 5V DC dari baterai 9V untuk menyalakan rangkaian.
Demikian penjelasan singkat mengenai Rangkaian Kompas Digital, semoga rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi anda yang membutuhkan kompas

Rangkaian Bel Musik 10 Lagu

Jumat, 29 Maret 2013

Bagi Anda yang hobby elektronika, kali ini disajikan Rangkaian Bel Musik 10 Lagu.  Para pemula pun dapat mencobanya.  Rangkaian ini simple, komponen yang dibutuhkan sedikit, tersedia banyak di toko-toko elektronika, dan lagi pasti murah meriah.
Bel Musik 10 Lagu sebagai komponen utama adalah sebuah IC dan dua buah transistor.  Komponen utama IC tipe UM3483 mempunyai 16 buah kaki.  Sedangkan transistor yang juga komponen utama dalam rangkaian ini, kita pilih tipe 9012 dan tipe 9013.  Komponen penyerta, seperti kondensator dan resistor kita sebarkan penempatannya sehingga didapatkan pola rakitan yang unggul.
Susunan rangkaian dibentuk sedemikian rupa, menampakkan kesan ramping.  Namun sebenarnya rangkaian ini merupakan pola rangkaian bermutu tinggi.  Kalau rangkaian bel musik 10 lagu ini telah dirakit, maka tegangan input dibutuhkan kecil saja.  Berkisar 3 – 4,5 Volt DC.  Dengan demikian kita dapat menggunakan sumber tegangan baterei dua buah jika rangkaian ini untuk permainan atau pun keperluan lain.
 

Gambar Skema Rangkaian Bel Musik 10 Lagu
Daftar komponen
R1, 3, 4         =  100 K
R2                 =  56 K
R5                 =  330 K
VR trimpot     =  100K
C1                 =  33 pF
C2                 =  4,7 uF/10 V
C3                 =  100 nF
C4                 =  22 uF/10 V
C5,6              =  20 nF
C7                 =  100 uF/10 V
Q1                 =  9012
Q2                 =  9013
IC                  =  UM 3483
SW                =  Push On
LS                 =  8 Ohm
Apabila ditempatkan secara tetap, bolehlah Anda gunakan sumber adaptor.  Tapi terserah Anda, menggunakan baterei atau adaptor.  Jika ingin awet, maka gunakan saja baterei.  Lebih praktis dan ekonomis.
Rangkaian Bel Musik 10 Lagu ini perlu diatur kestabilan musik dari 10 lagunya, maka dibutuhkan Variable Resistor.  Di sini kita pakai VR 100K.  Dengan VR ini maka frekuensi nada musik (lagu) dapat diatur sedemikian rupa, bebas pengaturannya.
Dalam melakukan perakitan, hendaklah jangan terlalu lama memegang IC sebab tangan manusia mengandung listrik yang dapat merusakkan komponen ini.  Selain itu, jangan sampai terbalik penempatan komponen-komponen seperti transistor dan elco (kondensator elektrolitik).
Demikianlah pembahasan kita kali ini, kami harapkan Anda mengerti dan paham dengan apa yang telah kami sampaikan melalui tulisan ini. Selamat mencoba Rangkaian Bel Musik 10 Lagu, semoga berhasil dan nikmati musik dan lagu dari bel ini.

Rangkaian Tuner FM

Kamis, 28 Maret 2013

Rangkaian Tuner FM adalah rangkaian elektronika berupa receiver / penerima radio yang beroperasi di jalur FM. Mendengarkan siaran radio FM, baik mendengarkan sajian lagu atau berita, memiliki nuansa tersendiri. Tidak kalah asyiknya dibanding melihat tayangan di televisi. Mendengarkan siaran radio FM bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan mendapatkan informasi.
Tuner FM ini dibandingkan dengan rangkaian yang sudah terintegrasi di dalam tape deck, tape mobil, atau compo, ternyata cukup jauh berbeda. Rangkaian ini memiliki tingkat kepekaan yang tinggi, jernih suaranya dan low noise. Sehingga nyaman di telinga selagi kita mendengarkannya.
Baiklah, pada postingan kali ini kami tampilkan Rangkaian Tuner FM yang didapat dari electroschematics.com. Rangkaian ini bisa digunakan untuk menangkap/mendengarkan siaran di radio FM dengan rentang frekuensi antara 86 – 108 MHz. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat dan pelajari gambar skemanya di bawah ini.



 Gambar Skema Rangkaian Tuner FM

Tuner radio FM ini adalah rangkaian yang tepat untuk penggemar radio yang ingin membangun tuner oleh mereka sendiri daripada membeli “plug-n-play” produk jadi. Rangkaian Tuner FM  ini dirancang dengan hanya menggunakan 3 transistor. Amplifikasi adalah sekitar 40 dB. Transistor pertama bekerja sebagai penguat RF. Transistor kedua adalah mixer. Sinyal yang masuk diperkenalkan ke basic dan sinyal osilator digabungkan ke emitor. Transistor ketiga adalah osilator. Kumparan membentuk lilitan berdiameter 6 mm dengan inti ferit. Bahan terbaik untuk kumparan adalah kawat tembaga berlapis perak karena sangat mudah untuk disadap. Jarak antar gulungan harus 0,8 mm.
Demikianlah penjelasan dari kami mengenai Rangkaian Tuner FM. Semoga dengan membaca artikel ini bisa memberi pencerahan pada Anda dan Anda bisa membuat sendiri tuner FM.  Selamat berkarya dan semoga berhasil.
 

Belajar Tentang Elektronika Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger