Universal PDI dan ISP Programmer

Rabu, 02 Juli 2014

Universal PDI dan ISP Programmer

Univ PDI&ISP adalah downloader yang diproduksi oleh ADP Product. Univ PDI&ISP ini dapat digunakan untuk download program ke ATxmega, AVR dan MCS51 produksi dari ATMEL. Univ PDI&ISP merupakan downloader mikrokontroler xmega paling murah hingga saat tulisan ini dibuat. Xmega adalah mikro keluarga baru dari AVR. mikro ini menawarkan kecepatan dan fitur yang lebih dibanding anggota keluarga AVR yang lain. Dari sisi harga, xmega juga menawarkan harga yang lebih murah dari megaAVR ataupun tinyAVR.

Kendala selama ini adalah masalah download program ke mikro xmega. Mikro xmega menggunakan interface PDI (Program and Debug Interface) sedangkan anggota keluarga AVR yang lain menggunakan interface SPI (Serial Peripheral Interface). Untuk downloader SPI cukup banyak tersedia semisal UnivISP, USBASP, dll. Bahkan bikin sendiri juga bisa. Sedangkan untuk downloader PDI sampai hari ini harus menggunakan minimal Atmel AVRISP mkII (asli dari ATMEL), yang harganya di Indonesia Rp510.000,-.

Mengapa harus ganti dari SPI ke PDI?
Teknologi baru tentu menawarkan lebih, begitu juga PDI. PDI menawarkan kecepatan download program ke mikro yang lebih cepat dari SPI. SPI memerlukan 5 kabel interface, yaitu; MISO, MOSI, SCK, RST dan GND, sedangkan PDI hanya memerlukan 3 kabel interface, yaitu; PDI, RST dan GND. Untuk keuntungan tersebut ATMEL merubah interface download pada keluarga AVR ke PDI.
PIN Univ PDI&ISP
Univ PDI&ISP menyediakan 5 PIN untuk interface programmer ke mikro kontroler, satu konektor USB dan 2 PIN kelengapan jika dibutuhkan. 2 PIN tersebut adalah Vcc dan xtal1.

5 PIN digunakan jika Univ PDI&ISP sebagai downloader megaAVR, tinyAVR, classicAVR atau MCS51
sedangkan 3PIN digunakan jika Univ PDI&ISP sebagai downloader xmega

2PIN yang lain adalah PIN-PIN kelengkapan, artinya jika anda membutuhkan dapat digunakan. PIN-PIN tersebut dari perakitan memang tidak disertakan header untuk mempertahankan kepraktisan. Univ PDI&ISP dapat masuk ke kantong baju anda dengan mudah, tetapi jika PIN-PIN tersebut dipasang maka Univ PDI&ISP akan tersangkut dikantong anda :).

PIN Vcc adalah PIN yang menyediakan tegangan VCC 5.25V-4.4V yang terhubung langsung dari sumber Vcc USB. PIN xtal1 adalah PIN yang menyediakan external clock 2.5MHz. External clock ini dapat digunakan jika fuse mikrokontroler AVR tersetting untuk external clock. Dengan kata lain sumber clock ini dapat digunakan sebagai napas buatan jika mikrokontroler mati suri :). Caranya adalah dengan menghubungkan PIN ini dengan PIN xtal1 pada mikrokontroler.

Jangan lupa xmega mempunyai tegangan kerja 1.6V-3.6V.  







Kabel Male to Male

Kabel Male to Male

Kabel dengan kedua ujungnya berupa blackhousing male
Harga adalah per utas kabel beserta blackhousing male di kedua ujungnya
Foto di bawah merupakan foto 40 utas kabel



 


Harga 2.500
Untuk pemesanan bisa menghubungi 085656392352

Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar

Kamis, 09 Mei 2013
Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar. Skema rangkaian berikut ini menggunakan lampu pijar untuk mendeteksi adanya aliran udara (Angin). Prinsip dasarnya adalah dengan memanfaatkan perubahan resistansi pada filamen lampu saat terkena terkena aliran udara.
Sumber arus kecil dan konstan digunakan untuk memanaskan filamen. Saat filamen terkena aliran udara suhunya akan menurun sehingga resistensipun akan menurun dan sebaliknya saat aliran udara kecil (tidak ada) filamen lampu akan lebih panas dan resistansinyapun juga akan meningkat.
Sebuah komparator digunakan untuk mendeteksi perbedaan ini dan cahaya LED. Dengan beberapa perubahan, rangkaian berikut ini juga dapat dihubungkan ke Vu meter atau ADC untuk memberikan estimasi ukur aliran udara yang lebih detail.
Rangkaian Sensor Aliran Udara (Angin) 
LM339 Op-Amp pinout

Daftar Komponent:
R1   : 100 Ohm 1/4W Resistor 
R2   : 470 Ohm 1/4W Resistor 
R3   : 10k 1/4W Resistor 
R4   : 100K 1/4W Resistor 
R5   : 1K 1/4W Resistor 
C1   : 47uF Electrolytic Capacitor 
U1   : 78L05 Voltage Regulator 
U2   : LM339 Op Amp 
L1   : Incandescent lamp with glass removed  
D1   : LED 

Perhatikan: Kaca lampu L1 harus di hilangkan (di pecahkan) agar aliran udara dapat mengenai filamen lampu.

Demikian skema rangkaian Sensor Aliran Udara (Angin) Dengan Filamen Lampu Pijar. Semoga bermanfaat.

Rangkaian Kompas Digital

Sabtu, 30 Maret 2013

Rangkaian Kompas Digital adalah salah satu rangkaian yang di gunakan untuk mengetahui arah mata angin.Rangkaian kompas digital biasanya berfungsi untuk penunjuk arah, dan karena memiliki sifat magnet, maka jarum pada kompas digital akan selalu menunjuk arah utara-selatan. Jarum yang terdapat pada kompas akan selalu menunjukan arah dengan akurat, karena berhubungan langsung dengan medan magnet bumi.
Kompas biasanya memberikan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang di tunjukan adalah utara, selatan, timur dan barat. Bila kita bandingkan dengan jam dan sekstan, kompas lebih efektif dan akurat dalam menunjukan arah. Alat ini akan memudahkan pada saat kita sedang dalam perjalanan jauh, karena akan dengan mudah menunjukan tempat yang sedang kita tuju.
Rangkaian kompas di bedakan menjadi dua, yaitu kompas digital dan kompas analog. Kompas analog adalah kompas yang paling sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah kompas yang di pakai pada saat pramuka. Sedangkan kompas digital adalah kompas yang menggunakan proses digitalisasi. Cara kerja kompas digital menggunakan komputerisasi.
Tujuan penggunaan kompas digital adalah untuk melengkapi kebutuhan robot yang semakin canggih. Robot yang baik membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien. Sementara alat navigasi yang di jual dipasaran harganya mahal. Itu lah sebabnya di sediakan kompas digital karena alat sistem navigasi yang di miliki lebih efektif dengan harga lebih murah.
Berikut ini gambar skema rangkaian kompas digital yang sangat sederhana dengan menggunakan kompas digital 1490 dari Dinsmore. Kompas digital 1490 adalah perangkat yang di gunakan untuk mendeteksi medan megnet bumi. Sensor akan secara internal teredam untuk mensimulasikan kinerja sebuah kompas biasa.
Di bagian bawah terdapat 12 pin sensor. Semua pin yang ditandai 2 terikat bersama-sama dan terhubung ke tanah. Pin yang ditandai 3 adalah pin output. Sebuah LED dihubungkan diantara kutub positif (+5 V) dan masing-masing pin output. Resistor 1K akan membatasi arus LED untuk 5mA. Arah dapat diidentifikasi dengan menginterpretasikan kombinasi LED bersinar. Sebuah regulator 5V khas menggunakan IC 7805 digunakan untuk menghasilkan 5V DC dari baterai 9V untuk menyalakan rangkaian.
Demikian penjelasan singkat mengenai Rangkaian Kompas Digital, semoga rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi anda yang membutuhkan kompas
 

Belajar Tentang Elektronika Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger